Dihadiri Ratusan Penonton Turnamen Voli Di Brebes Dibubarkan
Berita Voli

Dihadiri Ratusan Penonton, Turnamen Voli Di Brebes Dibubarkan

Sebuah Turnamen Voli di Kabupaten Brebes, Jawa tengah dibubarkan pihak kepolisian setempat lantaran tidak mengantongi izin dan membuat kerumunan ratusan orang yang menjadi penonton.

Adapun, Turnamen tersebut sendiri dihelat di Desa kretek, Kec. Paguyangan, Brebeas, Jawa Tengah Minggu lalu (27/09). Tujuan dari Turnamen ini tidak lain untuk merayakan hari jadi Portek Rajawali ke-49.

Total ada lebih dari seribu penonton yang memadati arena Turnamen tersebut. Para penonton tidak mematuhi protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak bahkan ada juga yang tidak mengenakan masker.

TIDAK BOLEH DILIPUT

Seorang reporter TV Nasional bernama Sugihartono mengaku gerak-geriknya terus diawasi pihak panitia. Bahkan, saat berencana merekam pertandingan, dia langsung ditarik oleh salah satu panitia penyelenggara.

“Padahal pakai HP, baru mau klik rec, tahu-tahu tangan saya ditarik panitia. Tidak jelas alasan panitia memberlakukan larangan ini. Tadi yang pakai kaos panitia selalu mengawasi gerak-gerik saya. Kemana saya jalan pasti diawasi,” tutur Sugihartono.

Tak lama setelah pertandingan mulai berlangsung, datangkan pihak kepolisian setempat dan TNI untuk membubarkan para penonton dan meminta pihak penyelenggara untuk tidak melanjutkan turnamen.

PANITIA TIDAK KANTONGI IZIN

Kapolsek Paguyangan mengaku sebelumnya sudah ada himbauan agar turnamen tidak dilanjutkan. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak mengantongi izin resmi.

“Dari awal kami sudah minta supaya dibubarkan tapi ternyata masih berlanjut. Kemudian saya dapat laporan, penontonnya sangat banyak dan tidak menjaga jarak. Jadi demi keselamatan bersama dari bahaya COVID-19 kami harus membubarkan paksa,”

“Sesuai maklumat Kapolri, semua bentuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian tidak diperbolehkan. Ini masih dalam masa pandemi,” tegas Kapolsek Paguyangan.

Imam selaku ketua panitia turnamen tersebut mengakui bahwa pihaknya memang tidak mengantongi izin dari kepolisian. Namun hal tersebut tidak dia lakukan karena turnamen ini memang rutin berlangsung tiap tahunnya.

“Memang kami tidak mengantongi izin. Karena setiap tahun ada turnamen tidak ada masalah,”

“Acara ini sudah rutin, tiap tahun dilakukan. Jadi perencanaan jauh hari sudah dilakukan. Kalau tidak salah Brebes saat itu sudah memasuki masa new normal. Jadi menurut kami aman aman saja,” jelas Imam.

error: